Laporan terbaru menunjukkan bahwa dua koh-founder dari Thinking Machines Lab, Barret Zoph dan Sam Schoenholz, akan meninggalkan untuk bergabung kembali dengan OpenAI. Berita ini, pertama kali dibagikan oleh jurnalis teknologi Kylie Robison di X, menunjukkan bahwa Zoph dipecat karena tuduhan 'perilaku tidak etis.' Sumber yang akrab dengan situasi tersebut mengklaim bahwa Zoph telah mengungkapkan informasi rahasia kepada pesaing, meskipun ini belum dikonfirmasi oleh Zoph, yang belum merespons permintaan komentar dari WIRED.
Pada hari Senin, Zoph memberi tahu CEO Thinking Machines Mira Murati tentang niatnya untuk pergi, dan ia kemudian dipecat. Murati menyatakan dalam sebuah memo bahwa OpenAI tidak memiliki kekhawatiran yang sama mengenai perilaku Zoph seperti yang dimiliki perusahaannya. Perubahan personel ini dianggap sebagai keuntungan signifikan bagi OpenAI, terutama setelah kepergian VP risetnya, Jerry Tworek, baru-baru ini.
Selain Zoph, anggota staf lain dari Thinking Machines Lab, Sam Schoenholz, juga akan kembali ke OpenAI. Baik Zoph maupun Metz sebelumnya telah meninggalkan OpenAI pada akhir 2024 untuk mendirikan Thinking Machines bersama Murati, yang merupakan kepala teknologi di OpenAI selama masa jabatan mereka.
Situasi seputar kepergian ini masih berkembang, dan pembaruan lebih lanjut diharapkan seiring dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia. Narasi yang bertentangan mengenai keluarnya Zoph menyoroti kompleksitas dalam industri teknologi, terutama terkait dengan kerahasiaan dan perilaku etis.
Seiring dengan perkembangan cerita ini, hal ini menekankan sifat kompetitif sektor AI dan pergeseran personel yang terus berlangsung yang dapat berdampak signifikan pada dinamika dan strategi perusahaan.