CEO Zillow, Wacksman, melihat masa depan yang menjanjikan dengan kecerdasan buatan (AI) di tengah pasar perumahan yang lesu. Dia percaya bahwa AI generatif menawarkan baik peluang maupun tantangan bagi perusahaan, menekankan potensinya sebagai aset daripada ancaman. Dalam panggilan pendapatan baru-baru ini, dia menyatakan, "Kami pikir AI sebenarnya adalah bahan daripada ancaman," menyoroti bagaimana kemajuan dalam model bahasa besar (LLM) telah membuka kemungkinan baru untuk operasi Zillow.
Zillow memiliki sejarah panjang dalam memanfaatkan AI, dengan Wacksman mencatat bahwa pembelajaran mesin telah menjadi bagian integral dari fitur Zestimate yang populer, yang memperkirakan nilai rumah. Perusahaan kini mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aspek bisnisnya, termasuk meningkatkan pameran properti dan mengotomatiskan alur kerja untuk agen. Misalnya, pengguna kini dapat mencari rumah berdasarkan kriteria tertentu, seperti kedekatan dengan sekolah dan batasan anggaran.
Dalam upayanya yang berkelanjutan untuk berinovasi, Zillow telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi baru. Salah satu fitur yang mencolok adalah SkyTour, yang menggunakan AI untuk mengubah rekaman drone menjadi rendering properti 3D. Selain itu, fitur Virtual Staging Zillow menggunakan AI untuk mendekorasi rumah secara digital, menimbulkan pertanyaan tentang keaslian representasi properti. Wacksman menekankan pentingnya transparansi, menyatakan bahwa gambar yang dipentaskan secara virtual harus diberi tanda jelas untuk menghindari menyesatkan pembeli.
Meskipun ada kemajuan ini, Zillow menghadapi tantangan dalam keterlibatan pengguna dengan fitur-fitur barunya, karena hanya persentase kecil pengguna yang saat ini memanfaatkannya. Upaya perusahaan untuk tur rumah realitas virtual, Zillow Immerse, belum mendapatkan daya tarik yang signifikan. Wacksman tetap optimis tentang masa depan realitas virtual dan augmented, percaya bahwa keduanya pada akhirnya akan menjadi lebih umum.
Namun, bisnis inti Zillow—pencarian rumah—menghadapi persaingan, terutama dari platform yang didorong oleh AI. Karena daftar real estat adalah informasi publik, risiko pengguna melewati Zillow untuk chatbot atau platform lain menjadi perhatian. Zillow telah berintegrasi dengan OpenAI untuk tetap kompetitif, tetapi efektivitas integrasi ini masih harus dilihat. Selain itu, eksperimen terbaru Google dengan iklan real estat menimbulkan ancaman signifikan, karena dapat menarik pengguna menjauh dari Zillow. Wacksman menyadari tantangan ini tetapi percaya bahwa reputasi Zillow yang sudah mapan dan kemitraannya dengan agen real estat lokal akan membantu mempertahankan posisinya di pasar selama bertahun-tahun yang akan datang.