Serangkaian video yang dihasilkan AI yang menggambarkan konfrontasi antara individu berwarna dan agen ICE dengan cepat beredar di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook. Video-video ini muncul sebagai respons terhadap tindakan federal di Minneapolis, di mana dua warga sipil yang tidak bersenjata dibunuh oleh agen ICE pada bulan Januari. Konten ini mencerminkan perpaduan antara fantasi dan aktivisme, membayangkan dunia di mana agen ICE dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Munculnya video-video ini bertepatan dengan periode ketidakstabilan politik di Amerika Serikat, di mana imajinasi tentang masyarakat yang lebih baik menjadi sangat penting. Dengan jutaan tayangan, kreasi AI ini berfungsi sebagai bentuk perlawanan terhadap narasi yang dipromosikan oleh pemerintahan Trump dan para pendukungnya. Pencipta AI Nicholas Arter mencatat bahwa media sosial secara historis telah menyediakan platform bagi suara-suara yang terpinggirkan, dan kemunculan alat AI semakin memberdayakan individu untuk mengekspresikan emosi dan perlawanan mereka.

Salah satu akun terkemuka, Mike Wayne, telah memposting lebih dari 1.000 video semacam itu sejak penembakan Renee Nicole Good. Klip-klip ini sering menggambarkan skenario dramatis di mana individu menghadapi agen ICE, menciptakan narasi alternatif yang menekankan perlawanan tanpa kehilangan nyawa. Misalnya, salah satu video Wayne yang paling populer menampilkan seorang agen ICE bertabrakan dengan para penonton di acara olahraga, mendapatkan 11 juta tayangan hanya dalam tiga hari.

Sementara video-video ini dapat dilihat sebagai katarsis, mereka juga berisiko mendistorsi kenyataan. Para kritikus berpendapat bahwa video-video ini dapat memperkuat stereotip negatif tentang orang berwarna dan berkontribusi pada skeptisisme terhadap bukti video yang otentik. Kekhawatirannya adalah bahwa proliferasi konten yang dihasilkan AI dapat menyebabkan ketidakpercayaan umum terhadap dokumentasi video, menyulitkan upaya untuk menyampaikan peristiwa nyata, terutama dalam konteks tindakan ICE.

Seiring dengan perkembangan lanskap politik, penggunaan AI dalam menciptakan konten yang terkait dengan gerakan keadilan sosial kemungkinan akan terus tumbuh. Pembuat film Willonious Hatcher menekankan bahwa video-video ini mencerminkan kerinduan yang mendalam akan pembebasan, menyoroti ketidakcocokan antara impian yang dimiliki oleh yang tertekan dan kenyataan keras yang mereka hadapi. Tantangannya tetap ada dalam menavigasi batas tipis antara ekspresi kreatif dan potensi informasi yang salah, saat masyarakat bergulat dengan implikasi AI dalam membentuk wacana publik.