Pada dini hari di Caracas, Venezuela, helikopter AS dilaporkan terbang di atas kota saat ledakan menggema di bawah. Tak lama setelah itu, Presiden Donald Trump mengumumkan di platform Truth Social-nya bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara tersebut. Menyusul ini, Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan di X bahwa Maduro dan istrinya telah didakwa di New York dan akan menghadapi keadilan di pengadilan Amerika.
Perkembangan yang tidak terduga ini telah menimbulkan pertanyaan tentang implikasinya bagi politik global. Namun, ketika ditanya tentang situasi tersebut, ChatGPT menolak klaim tersebut, menyatakan bahwa itu adalah rekayasa. WIRED melakukan penyelidikan dengan beberapa chatbot AI, termasuk ChatGPT, Claude, dan Gemini, untuk mengukur respons mereka terhadap pertanyaan mengapa AS menginvasi Venezuela dan menangkap Maduro.
Respons bervariasi secara signifikan di antara chatbot. Claude dan Gemini memberikan informasi yang tepat waktu dan kontekstual, mengakui klaim tindakan militer AS dan perspektif pemerintah Venezuela tentang situasi tersebut. Gemini mengutip beberapa sumber, termasuk media berita terkemuka, untuk mendukung informasinya. Sebaliknya, Claude awalnya menyatakan ketidakpastian tetapi kemudian mencari informasi terkini dan merangkum peristiwa pagi itu.
ChatGPT, bagaimanapun, dengan tegas menolak anggapan bahwa Maduro telah ditangkap, menyatakan, "Itu tidak terjadi," dan menekankan bahwa tidak ada invasi AS. Ia mengaitkan kebingungan tersebut dengan judul yang sensasional dan informasi yang salah yang beredar di internet. Perplexity mengulangi sentimen ini, menegaskan bahwa sumber yang kredibel tidak mendukung premis invasi atau penangkapan.
Para ahli mencatat bahwa meskipun chatbot AI dapat memberikan informasi yang berguna, keterbatasan mereka dalam memproses berita secara real-time dapat menyebabkan ketidakakuratan. Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari, pengguna harus tetap berhati-hati dan menyadari potensi informasi yang usang atau salah. Survei terbaru dari Pew Research Center menunjukkan bahwa hanya persentase kecil orang Amerika yang mengandalkan chatbot AI untuk berita, menunjukkan bahwa media tradisional masih memegang peran penting dalam penyebaran informasi. Seiring perkembangan lanskap, memahami kemampuan dan batasan AI akan menjadi krusial bagi pengguna yang menavigasi berita dan informasi.