Di seluruh Amerika Serikat, sebuah perpecahan yang semakin besar muncul saat komunitas menunjukkan penolakan yang signifikan terhadap pusat data, sebagian besar karena dampak lingkungan. Permintaan untuk pusat data telah melonjak seiring dengan meningkatnya kecerdasan buatan (AI), menjadikannya titik fokus untuk kekhawatiran lokal tentang efek otomatisasi. Sebaliknya, pabrik-pabrik yang didirikan untuk memproduksi server dan peralatan terkait menghadapi sedikit atau bahkan tidak ada penolakan, karena dianggap menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menggunakan lebih sedikit sumber daya dibandingkan pusat data.

Para ahli menyarankan bahwa kurangnya pengawasan terhadap proyek-proyek manufaktur ini bisa menjadi taktik baru bagi para aktivis yang bertujuan untuk menantang ekspansi pusat data. Andy Tsay, seorang profesor di Universitas Santa Clara, memperingatkan bahwa para aktivis mungkin pada akhirnya akan menargetkan pabrik-pabrik kritis yang menyuplai pusat data, yang berpotensi mengubah lanskap penolakan lokal. Namun, para penyelenggara saat ini merasa kewalahan dan tidak mampu menghadapi pertempuran tambahan, membiarkan para produsen bebas untuk memperluas operasi mereka dengan sedikit perlawanan.

Aktivis seperti Griffin, yang menentang proyek pusat data, menyadari perlunya mendidik publik tentang implikasi pusat data sambil juga mengelola fokus mereka pada pertempuran tertentu. Griffin saat ini sedang melawan pusat data baru di Taylor, Texas, sementara sebuah pabrik untuk produsen Taiwan, Compal, juga diusulkan di daerah tersebut. Keterkaitan antara pabrik dan industri pusat data tidak selalu jelas bagi publik, yang menyulitkan upaya penolakan.

Pabrik yang direncanakan oleh Compal bertujuan untuk memproduksi server dan elektronik lainnya, dengan perusahaan tersebut berinvestasi secara signifikan dalam ekonomi lokal. Kota Taylor telah menyambut Compal, mengantisipasi penciptaan sekitar 900 pekerjaan, yang akan menjadikannya sebagai pemberi kerja utama di daerah tersebut. Pejabat setempat telah menyatakan antusiasme terhadap proyek ini, melihatnya sebagai kemenangan bagi komunitas meskipun ada kekhawatiran dari beberapa penduduk tentang transparansi prosesnya.

Saat kota-kota seperti Georgetown juga menyetujui proyek manufaktur serupa, keseimbangan antara pusat data dan pabrik dianggap menguntungkan. Sementara pusat data menghasilkan pendapatan pajak, pabrik menyediakan peluang kerja. Namun, pertumbuhan pesat pabrik-pabrik ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang, terutama jika permintaan untuk pusat data menurun. Para aktivis memperingatkan bahwa komunitas dapat menghadapi tantangan ekonomi jika lonjakan saat ini terbukti bersifat sementara, menyoroti perlunya pertimbangan yang cermat terhadap perkembangan di masa depan.