Di WIRED, fokus kami adalah menjelajahi tren dan inovasi masa depan. Baru-baru ini, kami berinteraksi dengan berbagai tokoh berpengaruh dari teknologi, jurnalisme, dan pendidikan selama acara Big Interview kami di San Francisco. Diskusi terutama berputar di sekitar kecerdasan buatan, mencerminkan perannya yang meresap dalam masyarakat dan potensinya untuk membentuk masa depan.

Peserta menyatakan bahwa AI kini sama pentingnya dengan mesin pencari dalam kehidupan sehari-hari selama beberapa dekade. Misalnya, mahasiswa UC Berkeley Angel Tramontin menyebutkan penggunaan model bahasa besar (LLM) untuk pertanyaan sehari-hari. Lainnya, seperti salah satu pendiri Anthropic Daniela Amodei, berbagi pengalaman pribadi di mana AI membantu dalam tugas pengasuhan, menunjukkan aplikasi praktisnya dalam kehidupan keluarga.

Namun, tidak semua orang sepenuhnya menerima AI. Mahasiswa UC Berkeley Sienna Villalobos menyatakan kehati-hatian, mendorong upaya pribadi dalam pekerjaan daripada mengandalkan pendapat yang dihasilkan AI. Sentimen ini mungkin mulai memudar, karena penelitian menunjukkan bahwa sejumlah besar remaja di AS secara teratur menggunakan chatbot, sering kali tanpa menyadarinya.

Seiring teknologi AI terus berkembang dengan cepat, kekhawatiran tentang dampaknya terhadap masyarakat semakin meningkat. Pemimpin teknologi menekankan pentingnya pertimbangan etis sebelum meluncurkan produk AI baru. Mike Masnick dari Techdirt menyoroti perlunya perusahaan untuk mengajukan pertanyaan kritis tentang risiko potensial yang terkait dengan teknologi mereka. Kepercayaan tetap menjadi isu signifikan, karena banyak pengguna mengungkapkan skeptisisme tentang keandalan AI dan perlindungan data.

Meskipun ada kekhawatiran, optimisme tentang potensi AI tetap ada. CEO Cloudflare Matthew Prince percaya bahwa AI pada akhirnya dapat meningkatkan kemanusiaan. Namun, mahasiswa menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan pekerjaan dan privasi seiring dengan semakin meluasnya penggunaan AI. Dialog yang sedang berlangsung tentang peran AI dalam perawatan kesehatan juga menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan pasien dan akurasi keputusan medis yang dibantu AI. Meskipun tantangan ada, banyak individu secara aktif menjelajahi kemampuan AI, menunjukkan pentingnya yang semakin meningkat di berbagai bidang.