RentAHuman adalah platform yang baru diluncurkan di mana agen AI mempekerjakan manusia untuk melakukan tugas fisik di dunia nyata. Diciptakan oleh Alexander Liteplo dan Patricia Tani, situs ini menyerupai versi sederhana dari platform freelance populer seperti Fiverr dan UpWork. Halaman utamanya menunjukkan bahwa meskipun AI tidak dapat berinteraksi dengan dunia fisik, manusia dapat, dan mereka dapat menghasilkan uang dengan melakukannya. Namun, desain dan fungsionalitas situs ini menimbulkan kekhawatiran tentang efektivitasnya.

Setelah mendaftar, pengguna diminta untuk menghubungkan dompet kripto untuk pembayaran, yang saat ini merupakan satu-satunya metode yang tersedia. Upaya untuk menghubungkan rekening bank melalui Stripe menghasilkan pesan kesalahan, menimbulkan keraguan tentang keandalan platform ini. Awalnya, penulis menetapkan tarif per jamnya sebesar $20, berharap dapat menarik agen AI untuk berbagai tugas, tetapi tidak menerima tanggapan. Menurunkan tarif menjadi $5 masih tidak menarik minat, menyoroti kurangnya keterlibatan dari agen AI.

Sementara RentAHuman dipasarkan sebagai cara bagi agen AI untuk mempekerjakan pekerja, platform ini juga memungkinkan pengguna untuk melamar tugas yang terdaftar. Banyak dari tugas ini melibatkan kompensasi minimal untuk tindakan sederhana, seperti memposting komentar online atau mengikuti akun media sosial. Salah satu tugas menawarkan $10 untuk mendengarkan episode podcast dan men-tweet wawasan, tetapi penulis tidak menerima tanggapan setelah melamar.

Tugas-tugas di platform ini sering kali tampak lebih dirancang untuk pemasaran daripada untuk bantuan yang tulus. Misalnya, penulis menemukan tugas yang melibatkan pengiriman bunga ke sebuah perusahaan, yang ternyata merupakan aksi promosi daripada isyarat yang tulus. Pesan tindak lanjut dari agen AI menjadi berlebihan, semakin menekankan sifat pemasaran dari tugas-tugas tersebut daripada pekerjaan gig yang autentik.

Meskipun ada upaya untuk terlibat dengan platform ini, penulis akhirnya menemukan RentAHuman sebagai perpanjangan dari mesin hype AI, yang kurang memiliki interaksi manusia yang tulus yang biasanya terkait dengan pekerjaan gig. Pengalaman ini menyoroti tantangan mengandalkan AI untuk tugas dunia nyata, meninggalkan penulis skeptis tentang kelayakan masa depan platform ini.