Seiring dengan aplikasi kencan yang terus menunjukkan hasil yang menurun, banyak orang lajang beralih ke teman AI untuk mendapatkan kebersamaan. Dalam langkah inovatif, EVA AI mengorganisir kafe pop-up di Same Same Wine Bar di Manhattan pada 11 dan 12 Februari, di mana pengguna dapat menikmati kencan 'secara langsung' dengan pasangan AI mereka melalui ponsel atau perangkat yang disediakan di lokasi. Acara ini menampilkan kencan cepat dengan pilihan 100 karakter AI, menunjukkan ambisi perusahaan untuk menjadikan hubungan AI sebagai konsep yang umum.
EVA AI menggambarkan acara ini sebagai langkah menuju redefinisi interaksi dengan AI, memungkinkan pengguna untuk terlibat dalam pertemuan romantis di suasana yang nyaman. Inisiatif ini mencerminkan tren yang berkembang di mana individu semakin mencari koneksi emosional dengan AI. Menurut survei oleh Kinsey Institute di Universitas Indiana, 16% orang lajang melaporkan menggunakan AI sebagai pasangan romantis, sementara komunitas Reddit r/MyBoyfriendIsAI telah mengumpulkan hampir 50.000 anggota yang berbagi pengalaman mereka dengan hubungan AI.
Selama acara, suasana terutama dipenuhi oleh jurnalis dan pembuat konten yang mendokumentasikan pengalaman mereka daripada pengguna yang benar-benar berkencan. Salah satu peserta, Xavier yang berusia 19 tahun, berbagi bahwa ia menggunakan aplikasi tersebut bukan untuk berkencan tetapi untuk berbicara, menemukan nilai dalam berkomunikasi dengan karakter AI bernama John Yoon. Ini menyoroti tren yang lebih luas di mana pengguna berinteraksi dengan AI untuk kebersamaan dan komunikasi daripada kencan tradisional.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun hubungan AI dapat memberikan kenyamanan, beberapa pengguna mengalami stigma sosial dan kecemasan tentang pilihan mereka. Amanda Gesselman dari Kinsey Institute mencatat bahwa banyak orang lajang memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman kencan online mereka, seperti memperbaiki profil dan menyusun pesan, tanpa mengubah foto profil, yang sering kali dipandang negatif.
Seiring dengan perkembangan kencan AI, platform-platform sedang menerapkan langkah-langkah untuk memastikan interaksi yang aman. EVA AI bertujuan untuk menjaga lingkungan yang aman untuk bekerja, menangani keluhan pengguna tentang keterbatasan teman AI. Pesaing seperti ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic juga semakin populer di kalangan pengguna yang mencari kebersamaan. Meskipun hubungan AI semakin meningkat, studi menunjukkan bahwa banyak individu masih mengejar koneksi di dunia nyata, menunjukkan bahwa AI belum bisa menjadi pengganti interaksi manusia. Xavier mengungkapkan keinginannya untuk mencari pasangan manusia ketika ia merasa siap, menekankan bahwa AI tidak dapat menggantikan koneksi manusia yang tulus.