Dalam beberapa bulan terakhir, industri kencan telah mengalihkan fokusnya dari gesekan tanpa henti ke pencocokan yang didorong oleh AI, seiring perusahaan merespons kekhawatiran yang semakin meningkat tentang kelelahan dalam berkencan. Perubahan ini menandai pergeseran signifikan bagi industri yang telah lama memprioritaskan skala dan keuntungan di atas koneksi yang tulus. Kesadaran bahwa berinvestasi pada orang adalah kunci kesuksesan telah mendorong banyak platform kencan untuk memikirkan kembali strategi mereka.

Integrasi alat AI dalam aplikasi kencan lebih dari sekadar tren; ini mencerminkan keinginan untuk penebusan dari industri yang telah berjuang dengan keterlibatan pengguna. Sebuah studi dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa hampir 60% orang dewasa lajang di AS tidak secara aktif mencari hubungan, menyoroti adanya ketidakcocokan antara harapan pengguna dan penawaran aplikasi. Meskipun ada penurunan dalam keterlibatan secara keseluruhan di beberapa platform, permintaan untuk koneksi yang otentik tetap kuat.

Pada bulan Oktober, layanan pencocokan Three Day Rule meluncurkan aplikasi AI bernama Tai, yang dirancang untuk memberikan pelatihan waktu nyata bagi pengguna. Platform lain, seperti Grindr, juga mengintegrasikan fitur AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna, meskipun tidak semua pengguna senang dengan kemajuan teknologi ini. Sementara itu, Tinder telah memperbarui mereknya untuk menarik pengguna yang lebih muda, mengatasi kekhawatiran tentang keaslian akun dan retensi pengguna.

Namun, seiring dengan meningkatnya AI, ada keinginan yang semakin besar untuk pengalaman kencan yang lebih tradisional. Banyak orang muda mencari alternatif untuk aplikasi kencan, lebih memilih interaksi kehidupan nyata daripada koneksi digital. Eric Waldstein, CEO Beyond, sebuah klub sosial yang fokus pada hubungan modern, mencatat adanya tren menuju pengalaman yang dikurasi yang mendorong koneksi yang tulus, menunjukkan bahwa orang semakin mencari cara untuk bertemu tanpa gangguan teknologi.

Acara yang mempromosikan interaksi tatap muka, seperti pesta menggoda dan kencan permainan papan, telah melihat lonjakan popularitas. Platform seperti Eventbrite melaporkan peningkatan 35% dalam kehadiran di acara pembentukan teman, menunjukkan adanya selera yang kuat untuk pengalaman kencan offline. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap kencan, tampaknya masa depan akan memprioritaskan keaslian dan koneksi kehidupan nyata, dengan atau tanpa pengaruh AI. Pesannya jelas: cara terbaik untuk menemukan cinta mungkin adalah dengan menjauh dari layar dan berinteraksi dengan orang lain secara langsung.