Sektor konstruksi menghasilkan sejumlah besar data, banyak di antaranya tetap tidak terpakai atau terkurung dalam spreadsheet. Namun, kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah lanskap ini, memungkinkan tim untuk membuat keputusan lebih cepat, meningkatkan margin keuntungan, dan memperbaiki hasil proyek. Sebuah studi baru oleh Dodge Construction Network dan CMiC menyoroti bahwa 87% kontraktor optimis tentang potensi AI untuk secara berarti mengubah bisnis mereka, meskipun tingkat adopsi saat ini masih rendah.
Penelitian yang berjudul 'AI untuk Kontraktor' menemukan bahwa pembuatan proposal otomatis dan pelacakan kemajuan menggunakan foto situs mencapai peringkat efektivitas yang luar biasa sebesar 92%. Selain itu, tinjauan risiko kontrak mencetak efektivitas 85% dibandingkan dengan metode tradisional. Ini menunjukkan bahwa AI bukan hanya pengganti keahlian manusia tetapi lebih sebagai alat yang meningkatkan kemampuan manusia, memungkinkan manajer proyek untuk fokus pada keputusan strategis daripada terjebak dalam tugas administratif.
Gord Rawlins, presiden dan CEO CMiC, menekankan pentingnya penelitian ini, menyatakan bahwa perusahaan konstruksi secara historis kekurangan alat untuk mengubah data yang mereka kumpulkan menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Solusi yang didukung AI kini mengubah dinamika tersebut, menghasilkan hasil berdampak tinggi bagi kontraktor. Kontraktor yang disurvei melihat AI sebagai kekuatan transformatif dalam operasi sehari-hari mereka, memfasilitasi wawasan prediktif alih-alih hanya bereaksi terhadap masalah saat muncul.
Meskipun adopsi AI saat ini masih rendah, dengan tingkat kesadaran antara 32% dan 34%, banyak perusahaan yang mempersiapkan secara strategis untuk integrasinya. Studi tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari setengah perusahaan yang disurvei sedang memulai program percontohan dan melatih staf untuk peran terkait AI. Selain itu, 40% perusahaan telah mengalokasikan anggaran untuk AI, sementara 38% sedang membangun tim untuk implementasinya.
Meskipun ada kekhawatiran yang signifikan mengenai adopsi AI, seperti keamanan dan akurasi, sentimen keseluruhan di antara kontraktor adalah terbuka terhadap AI. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 57% kontraktor khawatir tentang akurasi keluaran AI, dan 54% khawatir tentang keamanan data. Namun, hanya 5% yang percaya bahwa AI tidak akan bermanfaat bagi operasi mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan ada, ada peluang signifikan bagi AI untuk membentuk kembali industri konstruksi, terutama saat kontraktor mulai mengatasi kekhawatiran ini dan meningkatkan pemahaman mereka tentang teknologi AI.