Peguine, seorang pengguna awal teknologi, menemukan Moltbot, yang awalnya disebut Clawdbot, saat mendiskusikan sebuah proyek dengan teman-temannya di WhatsApp. Setelah menginstalnya di komputernya dan menghubungkannya ke berbagai aplikasi, termasuk Google Apps, ia terkesan dengan kemampuannya. "Saya mencobanya, tertarik, lalu benar-benar terobsesi," katanya, mencatat bahwa asisten tersebut memungkinkannya untuk mengotomatiskan hampir semua tugas, membuatnya terasa hampir ajaib.
Moltbot menonjol dari asisten AI biasa seperti Siri dan Alexa dengan dirancang untuk berjalan terus-menerus di komputer pengguna, memungkinkan komunikasi dengan berbagai model AI dan layanan online. Pengguna dapat berinteraksi dengannya melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Telegram. Berbeda dengan asisten konvensional, Moltbot dapat menangani berbagai tugas, mulai dari pemrograman hingga menjelajahi web, menjadikannya alat yang kuat untuk produktivitas.
Peguine telah menamai Moltbot-nya "Pokey," dan menggunakannya untuk berbagai tugas, termasuk pengarahan pagi, penjadwalan, dan bahkan mengelola tanggung jawab akademis anak-anaknya. Asisten ini telah mendapatkan perhatian signifikan di media sosial, dengan banyak pengguna memuji keterampilan organisasi dan otomatisasinya. "Ini adalah pertama kalinya saya merasa seperti hidup di masa depan sejak peluncuran ChatGPT," seru seorang pengguna yang antusias.
Popularitas Moltbot meningkat baru-baru ini, yang mengarah pada meme lucu tentang membeli Mac Mini untuk menjalankan asisten tersebut. Menariknya, lonjakan minat ini bahkan mempengaruhi harga saham Cloudflare, meskipun tidak ada hubungan langsung dengan perusahaan tersebut. Awalnya dirilis oleh pengembang Peter Steinberger sebagai Clawdbot, asisten ini diubah namanya atas permintaan Anthropic karena keterkaitannya dengan model AI bernama Claude.
Meskipun Moltbot menawarkan fitur yang mengesankan, proses pengaturannya kompleks dan dapat menimbulkan risiko keamanan. Pengguna harus menavigasi baris perintah dan kunci API, dan telah ada laporan tentang kehilangan data secara tidak sengaja selama instalasi. Meskipun tantangan ini, banyak pengguna menghargai kepribadiannya yang unik dan kemampuannya untuk mengingat interaksi sebelumnya, membuatnya terasa lebih seperti asisten pribadi daripada chatbot biasa. Saat Peguine merencanakan untuk memperluas penggunaannya untuk mengelola bisnis kecil keluarganya, ia mengakui keseimbangan antara kemampuannya dan kebutuhan untuk berhati-hati mengenai keamanan data pribadi.