Cochlear telah memperkenalkan Sistem Nucleus Nexa, menandai kemajuan signifikan dalam perangkat medis AI edge dengan menyematkan kemampuan pembelajaran mesin langsung di dalam tubuh manusia. Implan koklea ini dirancang untuk beroperasi di bawah batasan daya yang ketat sambil juga menyimpan data pribadi dan menerima pembaruan firmware secara nirkabel, memungkinkan untuk meningkatkan model AI-nya seiring waktu.
Tantangan teknis bagi pengembang AI cukup besar: mereka harus membuat model pohon keputusan yang dapat mengklasifikasikan lima lingkungan pendengaran yang berbeda secara real-time, sambil memastikan perangkat beroperasi secara efisien selama beberapa dekade tanpa penggantian baterai. Di jantung sistem ini adalah SCAN 2, sebuah pengklasifikasi lingkungan yang mengkategorikan suara menjadi Ucapan, Ucapan dalam Kebisingan, Kebisingan, Musik, atau Sepi, yang kemudian menginformasikan penyesuaian pemrosesan suara.
Jan Janssen, CTO Global Cochlear, menjelaskan bahwa klasifikasi ini memberi masukan ke dalam model pohon keputusan yang mengoptimalkan sinyal listrik yang dikirim ke implan berdasarkan lingkungan yang terdeteksi. Kecerdasan sistem ini ditingkatkan melalui Manajemen Daya Dinamis, yang memungkinkan implan bekerja secara kolaboratif dengan prosesor suara eksternal untuk memaksimalkan efisiensi daya berdasarkan data lingkungan.
Fitur mencolok dari Implan Nucleus Nexa adalah kemampuannya untuk menerima pembaruan firmware setelah operasi, sebuah perubahan signifikan dari model sebelumnya yang terbatas dalam fungsionalitas setelah diimplan. Kemampuan ini memungkinkan audiolog untuk memperbarui perangkat lunak perangkat, memastikan bahwa pasien mendapatkan manfaat dari kemajuan terbaru dalam pemrosesan sinyal dan pengurangan kebisingan.
Cochlear juga melihat lebih jauh dari klasifikasi pendengaran, menjelajahi aplikasi AI yang dapat mengotomatiskan pemeriksaan rutin dan menurunkan biaya perawatan jangka panjang. Perubahan ini menunjukkan pergerakan yang lebih luas dalam perangkat medis AI edge dari fungsi reaktif ke pemantauan kesehatan proaktif, meningkatkan pengalaman pasien secara keseluruhan. Seiring Cochlear terus berinovasi, potensi untuk sistem AI otonom sepenuhnya dalam perangkat medis menjadi semakin layak, menjanjikan masa depan di mana teknologi semacam itu menjadi bagian integral dari perawatan kesehatan.