Fasilitas manufaktur menghasilkan sejumlah besar data, namun banyak perusahaan, termasuk Bosch, kesulitan untuk memanfaatkan informasi ini secara efektif. Untuk menjembatani kesenjangan ini, Bosch mengalihkan fokusnya untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam operasi inti mereka. Transisi ini didorong oleh kebutuhan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan pengurangan kegagalan peralatan, mendorong Bosch untuk mengalokasikan sekitar €2,9 miliar untuk investasi AI pada tahun 2027, seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Investasi ini akan terutama ditujukan untuk manufaktur, manajemen rantai pasokan, dan sistem persepsi, di mana Bosch melihat AI sebagai alat penting untuk meningkatkan kinerja sistem fisik dalam skenario dunia nyata. Dalam manufaktur, bahkan perbedaan kecil dalam bahan atau pengaturan mesin dapat menyebabkan keterlambatan dan cacat yang signifikan. Dengan menggunakan model AI untuk menganalisis umpan kamera dan data sensor, Bosch bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kualitas lebih awal dalam proses produksi, memungkinkan intervensi tepat waktu sebelum limbah menumpuk.

Selain itu, pemeliharaan peralatan adalah area yang siap untuk perbaikan. Banyak pabrik masih bergantung pada jadwal pemeliharaan tetap atau inspeksi manual, yang dapat mengabaikan tanda-tanda peringatan awal dari kemungkinan kegagalan. Dengan memanfaatkan model AI yang menganalisis data tentang getaran, suhu, dan penggunaan, Bosch dapat lebih baik memprediksi kapan mesin kemungkinan akan gagal, memungkinkan tim pemeliharaan untuk menjadwalkan perbaikan secara proaktif dan meminimalkan waktu henti yang tidak direncanakan.

Manajemen rantai pasokan juga menjadi fokus utama investasi Bosch. Gangguan yang dialami selama pandemi menyoroti kerentanan dalam rantai pasokan, yang terus dinavigasi oleh para produsen. Sistem AI dapat meningkatkan peramalan, melacak suku cadang di berbagai lokasi, dan menyesuaikan rencana sebagai respons terhadap kondisi yang berubah, yang mengarah pada peningkatan akurasi perencanaan di berbagai pabrik dan pemasok.

Bosch juga berinvestasi dalam sistem persepsi yang memungkinkan mesin untuk lebih memahami lingkungan mereka. Sistem ini mengintegrasikan data dari kamera, radar, dan sensor lainnya dengan model AI untuk mengenali objek dan menilai jarak. Teknologi ini sangat penting untuk aplikasi dalam otomatisasi pabrik, bantuan pengemudi, dan robotika, di mana respons cepat dan aman terhadap kondisi waktu nyata sangat penting. Dengan menjalankan model AI secara lokal, Bosch bertujuan untuk memastikan respons segera dan mempertahankan operasi bahkan di tengah koneksi jaringan yang tidak dapat diandalkan, sambil juga melindungi data sensitif. Secara keseluruhan, investasi besar Bosch mencerminkan tren industri yang lebih luas untuk memperlakukan AI sebagai komponen penting dari infrastruktur operasional daripada sekadar alat eksperimental.